Timbang Badan Lawan Breazeale, Wilder Malah Sesumbar Bilang Gini, Wadúh Kok Bisa?

(ringtv.com)

Pertandingan tinju kelas dunia tengah digelar pada pekan ini di New York. Duel pekan ini menampilkan lima pertandingan yang menarik, diantaranya perebutan gelar juara kelas berat antara Deontay Wilder dan Dominic Breazeale. Sebelum melakukan laga, para petinju diharuskan melakukan penimbangan berat badan. Bagaimana hasilnya?

Dalam acara timbang badan resmi menjelang laga tinju dunia perebutan gelar juara kelas berat WBC, diketahui jika Dominic Breazeale tercatat memiliki bobot sekitar 15 kg lebih berat ketimbang Deontay Wilder. Acara timbang badan resmi Wilder digelar di Barclay Center pada Jumat petang. Wilder yang merupakan juara bertahan tercatat memiliki bobot 101,26 kg, sementara Breazeale yang merupakan penantang peringkat 4 berbobot 115,78 kg.

“Para petinju itu selalu mengira mereka dalam kondisi terbaik dan memiliki rencana yang matang untuk mengalahkan saya. Mereka kira mampu mengalahkan saya. Tidak mungkin, tidak satupun dari mereka berhasil menang. Dominic pun akan sama,” ujar Wilder sesumbar, dikutip dari Tempo.com, Sabtu (18/05/2019).

Kedua petinju sama-sama berasal dari Amerika Serikat, berusia 33 tahun, dengan tinggi badan 201 cm. Kedua petinju juga sama-sama pernah membela negaranya di ajang Olimpiade.

(Tempo.com)

Wilder membela Amerika di Olimpiade Beijing 2008 dengan hasil akhir medali perunggu. Sementara Breazeale bertanding di Olimpiade London 2012, namun gugur di babak pertama.

Dalam pertandingan kali ini, Wilder akan mempertahankan gelar juara dunia kelas berat versi WBC dengan melawan Dominic Breazeale, di Barclays Center, Brooklyn, New York, Sabtu waktu setempat atau Minggu waktu Indonesia, 19 Mei 2019.

(Tempo.com)

Dengan berbekal rekor 40-0-1 (39 KO), Wilder memiliki  siap untuk melawan Breazeale yang memiliki rekor 20-1 (18 KO). Ia akan mempertahankan gelar untuk kesembilan kali, sejak meraihnya pada 2015.

Di sisi lain, upaya Breazeale menantang Wilder dalam laga tinju dunia perebutan gelar kelas berat WBC di New York akhir pekan ini merupakan perjuangan kedua bagi dirinya.  Usaha pertama Breazeale menjadi juara dunia adalah ketika  menantang Anthony Joshua, yang saat itu hanya memegang sabuk juara versi IBF. Breazeale menghadapi Joshua di London pada 25 Juni 2016. Dilansir dari Tempo.com, laga tersebut merupakan usaha pertama Joshua usai merebut gelar dari Charles Martin, dua bulan sebelumnya.

(Tempo.com)

Namun demikian, kemenangan belum berpihak pada Breazeale. Breazeale yang juga alumnus Olimpiade London 2012 seperti Joshua, tidak mampu menjalani laga hingga ronde terakhir. Pada ronde 7 Breazeale menyerah KO setelah tak sanggup bangkit akibat dobombardir pukulan sang juara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *